April.26.2010
Gile ngapain juga gue nulis beginian? Ada pemicunya pasti. Sewaktu main di Substereo, OZ radio jakarta tepatnya. Ada sms dari pendengar yang mengkritik Morfem ketika mengcover band lokur. Morfem: Englis dengan dialek Jakarta!!! Hahaha. David langsung menjawab, justru itu letak kerennya. Kalo Englishnya berdialek sana, maka gak ada khasnya. Begitu kira-kira sms dan reaksi David. Karena David udah menjawab onair, gue diem aja waktu itu sambil tertawa terbahak-bahak. Tapi gue langsung niat ntuk menulisnya saat itu juga. English dialek Jakarta/ Indonesia menarik nih.
Otak gue langsung menuju Overcast, band oi Jakarta Timur. Kalo kita denger lagunya yang Dig A Hole, Boistrous Sound, terasa banget di mana domisili mereka. Lalu coba putar Seek Six Sick/ My Best friend Is The Best. English dengan dialek Jogja. Mereka adalah band dengan lagu yang keren. Dialek khas mereka sangat menginspirasi gue secara pribadi. Coba kalau mereka punya dialek yang English buanget. Atau dialek mereka New York lah. Gue yakin gue gak sebegitu antusiasnya dengan karya mereka. Bisa di bilang musiknya bagus lah, titik. Tapi dengan dialek khasnya nilai mereka langsung naik menjadi A+.
Lagian kita khan juga orang Indonesia. Coba aja kita pake visi berbalik. Bayangkan kita adalah orang asing yang bertandang ke Indonesia. Kita mau nyari band lokal nih ceritanya. Pasti band yang berdialek lokal lebih di sukai. Lebih nyentrik di telinga mereka. Kalo mau bisa di sebut lebih eksotik.
Gue jadi terpicu untuk meremake lagu lama yang pernah gue tulis di Bequiet untuk Morfem. Dengan bahasa English dan dialek gangan gue. Bob Marley aja punya Jamaican English. Kenapa kita enggak???
English berdialek Indonesia. It’s AllRRRRRRiiighht! (teriakkan dengan “R” yang jelas)
Teks: Jimi Multhazam
-
draincosmetics reblogged this from morfem
-
draincosmetics liked this
-
deidikaaka liked this
-
morfem posted this