Morfem mencuri perhatian sebelum Champion League di Teraskota

Mei.22.2010

Teraskustik, Teraskota, BSD. Tanggerang


 

 

Kita main di sebuah acara bernama unik. Teraskustik. Banyak kawan yang menganekdotkan nama acara ini menjadi Traxkustik KW 1. Karena sekilas pandang, namanya mirip offair radio swasta bernama Traxkustik. Kita sendiri tak peduli. Yang kita tau acara ini di gagas Freemedia. Yang di punggawai Eddie Mohammad, seorang Gitaris The Aftermiles. Dan scene di BSD sedang marak-maraknya berkat kerja keras Eddie dan kawan-kawannya di Freemedia. Jadi kita spontan setuju ketika di ajak turut berpesta di sana.

Singkat kata kita sudah di tanggal 22. Sore harinya Jimi masih bermain dengan the Upstairs di SMK 48, Buaran, Jakarta Timur. Pandu juga ikut andil sebagai additional bassist menggantikan bassist mereka yang hilang di telan bumi. Tepat jam 6 kita sudah di jemput 2 orang panitia Teraskustik. Gila, ternyata yang mengemudikan mobil adalah pembalab amatir dari Ciputat. Ngebutnya bukan main. Jam 20.00 tepat kita sampai di Teraskota. BSD Tanggerang. Setelah kita sampai baru gue tau ternyata dia bernama Alfi. Haha sebuah kebetulan.


Morfem belum punya crew tetap. Sampai di sana kita melakukan swaangkat.

Dan di sambut oleh MC Teraskustik berambut kribo.

Ternyata kita di tempatkan di sebuah gudang yang lumayan penuh debu. Lalu kita putuskan menunggu waktunya tampil sambil makan malam di areal Teraskota.


Saat itu di luar hujan turun. Peralatan panggung sudah di evakuasi. Sekitar jam 22.00 wib akhirnya hujan reda. Penonton mulai ramai di pentas Teraskota yang berbentuk theater mini melingkar. Tampilah dua band lokal yang bernuansa Maliq n D’essensials. Ketika band kedua selesai menyanyikan “inikah namanya Cinta” dari Male Voice, serta merta hujan turun lagi. Penonton pun bubaaar. Seharusnya tema Terskustik malam itu Misbar. Gerimis bubar hahaha.

Eddie sang kapten freemedia menahan kami untuk tidak pulang. Dan kita akhirnya sepakat akan main jam 23.30 ketika hujan benar-benar reda. Akhirnya kita memutuskan menghabiskan waktu di sebuah bar dekat panggung bersama Bottle Smoker.

Sepertinya kita pernah ketemu di Bandung

Berkenalan.


Dan Bersulang.

Saat itu kita pessimist penonton masih ada di panggung.Ternyata dugaan kita meleset. Penonton bertambah ramai. Hei ternyata malam itu juga bertepatan dengan nonton bareng final Liga Champion, bersama TV Swasta kondang. Maklum penulis tidak tertarik sama sekali dengan dunia persepak bolaan. Dan gue udah gak bisa membedakan antara penonton Teraskustik dan Champion League malam itu.

23;55 wib. Bottle Smoker main. Baru mulai intro line computernya mati. Selidik punya selidik ternyata di matikan pihak TV Swasta. Karena soundnya noise menurut mereka. Lho apa haknya? Ada ada saja.

00.10 Bottle Smoker selesai mentas. Kita pun bersiap untuk mentas. Tapi ternyata tak semudah itu.

Yang lucunya pihak TV swasta memperbolehkan Morfem main asal  sederetan panjang set keyboards Bottle Smoker tidak di angkat dari panggung. Tanpa alasan jelas. Yang kita tangkap sekedar untuk set TV. Wah kalo ini gue gak terima. Apalagi cuma untuk alasan estetika TV. Dan tidak di mainkan. Kagak Kagak kagak. Beresin! Jangan sampe gue yang “beresin”. Akhirnya TV swasta mengalah. Peralatan Bottle Smoker boleh clear up, dan crew Bottle Smoker bekerja sigap.

00.15 Morfem belum bisa tampil karena TV akan ada opening 3 menit. Kita santai. Bram dan Pandu sudah standby di pentas.

00:18 selesai opening. Floor director menghampiri Eddie dan gue mengatakan bahwa ada waktu 5 menit untuk kita tampil tapi. Di potong live report 3 menit. Oke kita pun bersiap. Gue pun sudah menyapa penonton dan membakar ala Liga Champion. Penonton membahana. Tapi……sekali lagi gitar di mute pihak TV Swasta. Asu. Hehehe. Mereka harus mulai live report. Nampak konflik mulai merebak antara pihak Freemedia dan TV Swasta. Gue sih cuma ketawa-ketawa aja sambil membaca situasi penonton

00. 35 akhirnya Morfem nekat tampil. Setelah Pandu sadar gitarnya sudah menyala lagi. Oke hajar.


Sebelum naik pentas gue sempet berphoto dengan panitia yang stress. Tapi tetap nampak senyum kegelisahan di wajah mereka.


Sikat lagu pertama. Pilih sidang Atau Berdamai. Dia wali dengan sedikit celoteh tentang naik motor dan di tilang polisi. Sekilas gue sapu pandangan ke tiap penonton sepertinya empati sudah di raih nih…


Intro Drums

Sikat!

Pilih Sidang…

Atau berdamai.

.

Hey!

 Ketika lagu selesai penonton bertepuk tangan meriah. Sip! Udah dapet nih mommentnya


Lagu kedua Death Kitchen…..

Lho tiba-tiba kameraman TV Swasta menyalakan kameranya dan merekam kita dan penonton sekilas. Tetep floor director memberi aba-aba ke penonton agar histeris. Hah!

Hahah padahal Morfem gak perlu floor director untuk sebuah show. Apalagi sekedar menimbulkan hysteria. Karena kamilah director di show kami sendiri. Nanti kami buktikan !

Lagu terkhir. Gadis Suku pedalaman. Pembuktian di mulai. Dengan intro khas kita berkomunikasi dengan penonton tentang lagu ini. Nampak mereka tertawa mendengar penuturan gue. Ketika gue merasa penonton cukup mengerti tentang lagu ini, lagu pun di mulai.


Di bagian narasi gue mulai turun mendekati penonton satu per satu.


Mereka bersingalong.


Setiap sudut penonton yang gue dekati, nampak jelas wajah mereka menikmati suguhan Morfem. Seakan gue perkenalkan secara horizontal, hey inilah Morfem.Di sudut lain, ekor mat ague menangkap crew TV Swasta gelisah karena acara sudah akan di mulai.

Hey kami Morfem, kita band yang tau kapan harus menyudahi penampilan dengan klimaks maksimal.

total


:alu kita sudahi pertunjukan dengan sedikit akrobatik bising oleh Bram, Pandu dan Freddie. Di ketukan cymbal terakhir bisa gue rasakan applause panjang penonton. Dan gue akhiri dengan kalimat. Ingat kami selalu. Kami Morfem. Gue yakin setelah pulang, ratusan orang yang hadir malam itu, tak terkecuali ,akan terpatri di benaknya… Morfem :D

Yeah!

Special Thanks: Yoga (sound engineer), Freemedia, RCTI, Alfi the speed racer, SPG Gudang Garam, dan Champion League


Morfem Booking: +62857 179 16 333

Teks : Jimi Multhazam
Photo Agung Hartamurti Wirawan

 

  1. thisisbloodyfatso said: mau manggung aja susah amet yah om. hahaha
  2. morfem posted this
blog comments powered by Disqus